Bioteknologi : penggunaan tanaman, hewan, ataupun mikroba, baik secara keseluruhan maupun sebagian, untuk membuat atau memodifikasi suatu produk mahluk hidup ataupun merubah spesies mahluk hidup yang sudah ada.
Rekayasa Genetik : Proses bioteknologi modern dimana sifat-sifat dari suatu mahluk hidup dirubah dengan cara memindahkan gen-gen dari satu spesies mahluk hidup ke spesies yang lain, ataupun memodifikasi gen-gen dalam satu spesies.
PRINSIP DASAR TANAMAN TRANSGENIK DIBUAT
Tanaman transgenik dibuat dengan menggunakan tehnik biologi molekuler yang memungkinkan peneliti untuk mengindentifikasi gen-gen tertentu, membuat duplikatnya, kemudian menyisipkan duplikat gen tersebut ke tanaman penerima dengan menggunakan alat (yang paling umum dipakai adalah bakteri tanah, disebut Agrobacterium) Ketika sel tanaman penerima membelah diri, DNA baru dari tanaman asal (yang dibawa oleh Agrobacterium) tergandakan & terpindahkan ke dalam sel baru tersebut. Keberadaan gen baru ini akan mempengaruhi keturunandari tanaman tersebut, baik dari segi sifatnya bahkan penampilannya. Ada pula metode lain yang digunakan, seperti Pistol Gen atau metode Bombardir.
RESIKO DAN DAMPAK TRANSGENIK INI BAGI KITA !
Transgenik dan Pertanian :
· Hasil panen lebih rendah
· Biaya produksi lebih tinggi
· Peningkatan penggunaan bahan kimia di pertanian
· Kontrak paten, membayar yg tidak terlihat oleh petani
· Hilangnya varietas lokal, dimulai dengan langkanya bibit-bibit asli tanaman
· Memicu pertanian monokultur yang tidak berkelanjutan, petani selalu membeli bibit
· Keseimbangan ekologi terganggu, munculnya hama baru, hama menjadi kebal, dll
Transgenik dan Lingkungan :
· Polusi Genetika
· Kerusakan pada sistem keseimbangan ekologi tanah
· Gulma, hama, dan virus super yang lebih berbahaya bagi tanaman
· Berdampak langsung kepada hewan dan tanaman yang tidak mengganggu
· Hilangnya keanekaragaman hayati
· Dampak negatip pada ekologi hutan yang ditanami tanaman transgenik
Transgenik dan Konsumen :
· Keracunan makanan transgenik baik seketika atau berangsur dalam tahunan (di India terjadi 400 lebih domba mati dalam semalam akibat memakan pucuk muda tanaman kapas transgenik percobaan dengan kondisi kerusakan pada peristaltik usus pencernaannya)
· Meningkatnya resiko kanker
· Dampak alergi pada makanan
· Rusaknya kandungan gizi dan kualitas tanaman
· Kekebalan bibit penyakit terhadap antibiotika
· Meningkatnya kandungan residu pestisida/racun dalam makanan
Transgenik dan Ekonomi
· Diperkirakan berbahaya, beberapa negara telah mengatur dan menolak produk transgenik bahkan menutup rapat pasar ekspor transgenik
· Produk bebas transgenik mendapat harga yang lebih baik di pasar internasional
· Perusahan Transgenik memonopoli sistem produksi pangan, juga berstrategi mengarahkan dunia dengan alasan kelaparan, kemanusiaan, dll untuk kepentingan ekonominya
· Perubahan pasar internasional < span="readmore">
BAGAIMANA MEREKA DATANG ?
Ketika berbicara dengan lembaga hukum, perusahaan trasgenik mengatakan bahwa tanaman transgenik ini dasarnya sama dengan aslinya, Jagung transgenik wujudnya, pertumbuhannya, dan rasanya sama saja dengan tanaman jagung biasa, sehingga harusdiperlakukan sama dengan tanaman jagung biasa. Dengan mengatakan tanaman transgenik sama dengan aslinya mereka mengeruk keuntungan dengan cara menghemat biaya karena tidak perlu melakukan pengujian kesehatan dan keamanan terhadap manusia dan lingkungan seperti seharusnya dilakukan. Dengan demikian produk transgenik ini dapat lebih cepat dipasarkan dan masa berlaku patennya menjadi lebih lama karena tak perlu membuang waktu untuk pengujian.
Ketika berbicara dengan lembaga hak cipta/ paten,perusahaan transgenik berkata bahwa tanaman ini dulunya hanyalah "angan-angan" belaka dan sekarang telah ada, sehingga tanaman ini layak untuk dipatenkan. Dengan demikian perusahaan dapat meningkatkan harga pada para petani atas benih tersebut karena perusahaan lain tak dapat menciptakan benih yang sama.Dengan mengatakan tanaman trasgenik adalah ciptaan baru yang berbeda mereka mendapat keuntungan dengan cara menjual benih transgeniknya dipasaran dengan harga yanglebih tinggi, karena benih transgenik memiliki sifat yang khas berbeda, Adanya hak paten memungkinkan perusahaan untuk memonopoli penjualan benih dari jenis yang telah dipatenkan selama masa waktu 20 tahun, termasuk masa penelitian benih tersebut.
Dengan strategi sikap mendua ini sekelompok perusahaan transgenik dapat mengeruk keuntungan luar biasa besar, sementara masyarakat banyak serta petani dirugikan. Karena benih transgenik tidak diuji dengan baik, konsumen tidak memperoleh kepastian bila makanan dari tanaman transgenik yang mereka makan itu aman untuk dikonsumsi. Petani menderita kerugian karena harus membeli benih yang dipatenkan dengan harga yang lebih mahal, dimanabenih tersebut juga tidak diuji secara memadai di lapangan, sehingga beresiko menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dimana petani tinggal dan bercocok tanam dalam jangka waktu lama.
Dengan memeliki hak paten perusahaan ini dapat mengontrol sistem pertanian global. Mereka menaikkan harga benih mereka, meningkatkanpenjualan dengan cara menjual paket pertanian kepada petani, yaitu: benih, pupuk, dan pestisida.Mereka juga menentukan kepada siapa hasil panen harus dijual. Mereka bahkan dapat menuntut anda ke pengadilan jika benih paten mereka sampai tumbuh di lahan anda! (dalam kasus ini anda tidak membeli bibit mereka tetapi areal lahan anda terkontaminasi serbuk sari dari tanaman tetangga anda)
BEBERAPA PERUSAHAAN RAKSASA TRANSGENIK
1. SYNGENTA (Swiss, Bassel)
2. MONSANTO (Amerika Serikat, St Lois, Missouri)
3. DuPont (Amerika Serikat, Wilmington, Virginia)
4. Bayer (Leverkusen, Jerman)
5. BASF (Ludwigshafen, Jerman)
6. Dow Chemical Co (Amerika Serikat,Midland, Michigan)
=========================================================
MARI MULAI MENYIMPAN DAN MEMBUAT BENIH SENDIRI
Penyerbukan
Penyerbukan terjadi ketika serbuk sari dari benang sari jatuh di kepala putik bunga. Sekali bunga mengalami penyerbukan dia akan memulai proses pembentukan benih. Ada bermacam-macam cara penyerbukan, tergantung dari jenis tanaman.
· Penyerbukan Sendiri : Pada bunga yang memiliki baik serbuk sari maupun kepala putik dalam satu bunga, jenis tersebut dapat melakukan penyerbukan sendiri.
· Penyerbukan oleh Serangga : Untuk beberapa jenis, misalnya labu, serangga atau burung membawa serbuk sari dari satu bunga ke bunga yang lainnya.
· Penyerbukan oleh Angin : beberapa spesies seperti jagung, dibantu oleh angin untuk menyebarkan serbuk sari mereka ke bunga-bunga yang lain.
· Penyerbukan Silang : Adalah penyerbukan antara dua jenis tanaman yang berlainan.
Merawat tanaman
Agar dapat melestarikan suatu jenis tertentu, penting untuk menghindarkan bunga ini terhadap penyerbukan dari jenis-jenis lain. Ada beberapa cara untuk melakukan hal ini. Tanamlah jenis-jenis yang berlainan masing-masing berjarak cukup jauh bagi serbuk sari untuk pindah dari satu jenis ke jenis lainnya. Jarak yang diperlukan tergantung pada bagaimana cara serbuk itu menyebarkan diri dan hambatan yang dihadapinya.
· Pengkandangan, Tanaman yang penyerbukannya dilakukan oleh serangga, dikandangkan secara bergantian agar serangga hanya dapat melakukan penyerbukan pada satu varietas.
· Pembungkusan, Bunga yang dapat melakukan penyerbukan sendiri dibungkus dengan tas kertas atau jaring tipis untuk menghindari serangga atau serbuk sari dari bunga lainnya.
· Pengisolasian, Tanam sebaris tanaman yang tinggi diantara dua jenis tanaman. Ini dilakukan untuk mencegah pertukaran serbuk sari di antara mereka.
· Penyerbukan Manusia, Potong kepala benang sari dari bunga jantan dan taburkan pada kepala putik bunga betina. Untuk menghindari serangga atau serbuk sari dari bunga lainnya.
Pengumpulan Benih
Kumpulkan benih atau biji dari tanaman terbaik, waktu terbaik untuk melakukan ini adalah pagi hari
· Benih basah, Petik buah setelah benar-benar matang (melewati keadaan enak dimakan). Keluarkan biji dari buah dan tebarkan di atas lembaran pengering. Siram dengan air untuk membersihkannya.Rendam dalam air selama 24 jam hingga terjadi fermentasi.Setelah itu tiriskan dan dikeringkan.
· Benih kering, Pilih biji yang besar-besar (seperti pada kacang-kacangan) dengan tangan. Untuk biji-biji kecil seperti pada bawang, masukan tempat biji kedalam tas kecil lalu hancurkan, sehingga biji terpisah dari tempatnya dan diayak ( atau kuliti dan pisahkan kulit dari biji). Kemudian gantung tas tersebut di bawah atap hingga kering. Jangan lupa hindarkan dari pemangsa biji
Pengeringan
Tebarkan benih di atas kain atau kertas. Diangin-anginkan selama satu hari, baru kemudian dipindahkan ketempat yang terkena sinar matahari langsung. Penutupan dengan kain kasa (yang tidak terlalu rapat), membantu menghindari benih dari tiupan angin dan pemangsa! Tanaman seperti bawang dapat digantung dalam tas kertas dibawah atap.
Pengujian Pengeringan
Biji-biji besar seperti kacang-kacangan atau jagung membutuhkan waktu 2 minggu untuk mencapai kekeringan sempurna. Cara menguji, coba gigit satu biji, jika gigi anda meninggalkan bekas berarti biji tersebut belum kering benar. Biji menengah seperti labu atau cabe membutuhkan 1 minggu untuk menjadi kering. Biji kering akan terbuka jika ditekuk.Biji kecil seperti terung dan selada membutuhkan 2-3 hari.Perlu ketelitian yang tinggi untuk mengeringkan biji dengan sempurna. Kelembaban sangat mempengaruhi panjang-pendek umur benih yang akan disimpan. Peringatan penting ! Beberapa biji-biji asli tropis tidak boleh dikeringkan dan harus ditanam segera.
Pengujian Kecambah
Coba 1 jenis benih dari setiap 10 panenan, tapi tidak lebih dari 500. Catat setiap biji yang berkecambah kemudian bagi dengan jumlah biji yang dicoba, untuk mendapatkan presentase perkecambahan. ( misalnya 75 yang berkecambah dari 100 benih yg dicoba, maka 75/100 = 0.75 = 75%). Jangan lupa untuk penempelan labelnya.untuk pengujian ini dapat dilakukan dengan metoda sederhana
· Pengujian Penyemaian (untuk biji kecil), Gunakan kompos terbaik sebagai media.Tanah dapat dicampur dengan kompos, setelah diseteril dengan cara merebus dalam air mendidih
· Pengujian Mangkok (untuk biji besar), Rendam biji dalam air di mangkok/wadah selama semalam, kemudian pisahkan dan tiriskan, Bungkus biji dengan kertas tissue/lainnya lalu tetesi dengan air hingga basah, jaga kelembaban tiap hari, untuk hasil terbaik dapat dalam kantong plastik yg berfungsi meningkatkan suhu (sekitar 25-30 derajat celcius)
Perlakuan Benih
Untuk tumbuh dan berkecambah benih membutuhkan dan menyerap air,terkadang lapisan yang menyelubungi benih menjadi kendala dalam perkecambahannya dan ini menyebabkan benih lambat berkecambah bahkan gagal dalam perkecambahannya. Selain itu faktor iklim turut berperan dan berpengaruh juga, problem selubung/kulit biji ini dipecahkan dengan teknik perlakuan benih seperti dibawah ini :
· A : Air Panas, Air panas dialirkan kedalam benih sampai terrendam dengan volemunya sekitar 5 kali volume benih, aduk-aduk terus selama 2-5 menit, Perhatikan untuk tidak merendam benih terlalu lama ini dapat menyebabkan benih menjadi mati. Setelah 2-5 menit tiriskan dan ganti dengan air dingin rendam selama 12 jam
· B : Asam, Lapisi benih dengan asam sulfur selama 10-60 menit sampai lapisan kulit biji berubah, Perhatikan untuk tidak terlalu lama, asam ini dapat menyebabkan benih menjadi mati. Ambil benih dan bilas 10 menit dengan air mengalir, kemudian rendam benih dengan air dingin selama 12 jam
· C : Torehan, potong kecil,atau kikis/gerus lapisan benih sedikit pada bagian micropyle (bakal keluar tunas) dengan pisau tajam, rendam 12 jam dengan air dingin
· D : Air Dingin, rendam benih dengan air dingin 6-48 jam tergantung jenis benih
· E : Tanpa Perlakuan
Menyimpan Benih untuk Kondisi Tropis
Iklim tropis menyebabkan pembusukan benih lebih cepat, namun jika disimpan dengan benar akan bertahan hingga 2 – 10 tahun.
· Bungkus biji dengan kantong kertas.Taruh di dalam tempat yang kedap udara (toples),2 cm lapisan debu kayu kering akan membantu menjaga kelembaban didalam toples.Tambahkan serbuk intaran,pala untuk menghindari serangga.Tempelkan label dengan jelas.
Menjadi Bank Benih dan Saling Berbagi
Semakin banyak jenis benih yang ada dalam bank benih anda, akan semakin baik. Bekerja bersama-sama dengan teman dan tetangga adalah jalan terbaik untuk meningkatkan jumlah kegiatan dan Bank benih masyarakat akan menghubungkan serta meningkatkan pengetahuan, informasi dan ketahanan petani lokal. Sekali kita memulai bank benih, kita akan terhubung secara nasional maupun dunia dengan jaringan penyelamatan benih global! Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengadakan pertemuan, bergabung dengan komunitas petani organik dan membuat beberapa keputusan dasar, selain itu dapat berbagi metoda. Satu hal untuk penting diwaspadai adalah ancaman industri benih komersial di indonesia dengan pengaduan penjualan benih illegal tanpa sertifikat kepada petani penangkar benih akibat dampak kerugian bagi kepentingan komersial perusahaan ini, dengan saling berbagi diantara sesama anggota komunitas dengan prinsip meminjam benih (tidak menjual, ini penting untuk menghindari implikasi hukum dan kepentingan industri benih komersial) dan saling melakukan penyimpanan Bank Benih maka ancaman ini dapat diantisipasi dengan landasan kuat berbudidaya kembali ke alam (Pertanian organik)
=========================================================
CARA MEMBUAT BENIH PADI UNGGUL
Perlakuan pasca panen
· Pemanenan dilakukan setelah padi menguning 85-90 %.
· Lakukan pemanenan secara khusus dan jangan sampai tercampur dengan padi yang lain.
· Lakukan segera penjemuran dengan alas kepang, tikar dan jangan di lantai jemur, pada pagi hari pukul 7.30 hingga 10.00 WIB serta sore hari pukul 14.30 hingga 16.30 WIB, sampai kering dengan kadar air 14-12 %.
· Lakukan stagnasi selama 7 - 15 hari sebelum direndam.
Perlakuan Perendaman
· Ambil benih secukupnya sesuai dengan luas lahan.
· Siapkan air garam/air abu yang dalam kondisi telur ayam kampung terapung separohnya.
· Masukan benih ke dalam air tersebut dan akan terlihat benih menjadi 3 bagian.
· Bagian I adalah yang ada di dasar, dengan daya tumbuh 90-95 %,
· Bagian II adalah yang melayang, dengan daya tumbuh 85-90 %, Bagian III adalah yang terapung dengan daya tumbuh 0-85 %.
· Pisahkan bagian III (yang terapung) dan bisa dijemur lagi untuk dikonsumsi.
· Ambil bagian I dan II lalu dibilas dengan air tawar sampai bersih dan rendam selama 24 jam dengan air bersih, lalu ditiriskan dan kita peram selama 24 jam, maka benih siap untuk ditebar.
Sunday, 2 May 2010
Monday, 19 April 2010
MODAL USAHA PERTANIAN
Tersedia Rp. 4 Milyar Pinjaman Modal bagi PetaniJombang – Untuk membantu usaha pengembangan pertanian, pemerintah daerah Jombang menyediakan dana kredit lunak khusus bagi petani. Jumlah kredit yang bisa diajukan petani melalui kelompok tani senilai antara Rp 30 juta hingga Rp. 50 juta.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Suhardi mengatakan, anggaran kredit lunak yang dikhususkan bagi petani pada tahun 2010 ini sebanyak Rp 4 Milyar. Bagi petani yang mau mengajukan kredit bisa melakukannya melalui kelompok tani masing-masing. “Anggarannya itu ada Rp. 4 Milyar dan bisa dipinjam melalui kelompok tani,” ujarnya.
Suhardi menjelaskan, untuk mengajukan pinjaman usaha pertanian, pihaknya tidak merumuskan prosedur yang rumit. Melalui kelompok tani, petani bisa mengajukan pinjaman. Dari berkas pengajuan pinjaman tersebut, Dinas Pertanian akan melakukan verifikasi kelayakan pengajuan.
Setelah mendapat rekomendasi dari tim khusus yang dibentuk Dinas Pertanian, petani bisa menikmati pinjamannnya yang dicairkan melalui Bank Daerah. “Pengajuannya tidak sulit, setelah mengajukan petani langsung bisa mencairkan sendiri ke Bank Daerah,” ungkap Suhardi.
Ia menambahkan, jumlah pinjaman yang direkomendasikan berkisar antara Rp. 30 juta hingga Rp. 50 juta. “Jumlah itu bisa lebih, tergantung dari luas lahan yang diajukan.”
Suhardi berharap, fasilitas kredit lunak khusus bagi petani bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha pertanian. Namun, ia juga meminta kepada kelompok tani agar selektif terhadap petani yang mengajukan pinjaman. “Karena sistem pembayaran yang ditentukan oleh Bank adalah sistem tanggung renteng, maka kelompok tani harus berhati-hati dalam menentukan petani mana yang layak menerima pinjaman,” ujarnya.
Sebab, lanjut Suhardi, keteledoran dari salah seorang petani dalam pengembalian pinjaman akan berdampak pada seluruh petani yang harus menanggung biaya pengembalian secara bersama-sama,” tambahnya.
Informasi Tak Merata
Sementara itu, Mahmud, petani asal Tembelang, Jombang mengatakan, informasi tentang peluang kredit lunak bagi petani tidak banyak diketahui petani. Tidak meratanya informasinya tersebut membuat peluang kredit hanya bisa dinikmati oleh sebagian petani. “Sepertinya (kredit) pinjaman itu diperuntukkan bagi orang-orang tertentu saja,” ujarnya, Senin.
Sebelunya, Sugianto mengungkapkan hal senada. Keterbatasan informasi tentang peluang kredit usaha pertanian, membuat Sugianto memilih langsung berhubungan langsung dengan Bank. “Saya belum pernah dapat pinjaman apapun dari pemerintah atau juga dari kelompok tani. Katanya sih ada, tapi saya belum pernah merasakan. Ditawari juga tidak pernah,” aku dia. (Ms/Er)
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Suhardi mengatakan, anggaran kredit lunak yang dikhususkan bagi petani pada tahun 2010 ini sebanyak Rp 4 Milyar. Bagi petani yang mau mengajukan kredit bisa melakukannya melalui kelompok tani masing-masing. “Anggarannya itu ada Rp. 4 Milyar dan bisa dipinjam melalui kelompok tani,” ujarnya.
Suhardi menjelaskan, untuk mengajukan pinjaman usaha pertanian, pihaknya tidak merumuskan prosedur yang rumit. Melalui kelompok tani, petani bisa mengajukan pinjaman. Dari berkas pengajuan pinjaman tersebut, Dinas Pertanian akan melakukan verifikasi kelayakan pengajuan.
Setelah mendapat rekomendasi dari tim khusus yang dibentuk Dinas Pertanian, petani bisa menikmati pinjamannnya yang dicairkan melalui Bank Daerah. “Pengajuannya tidak sulit, setelah mengajukan petani langsung bisa mencairkan sendiri ke Bank Daerah,” ungkap Suhardi.
Ia menambahkan, jumlah pinjaman yang direkomendasikan berkisar antara Rp. 30 juta hingga Rp. 50 juta. “Jumlah itu bisa lebih, tergantung dari luas lahan yang diajukan.”
Suhardi berharap, fasilitas kredit lunak khusus bagi petani bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha pertanian. Namun, ia juga meminta kepada kelompok tani agar selektif terhadap petani yang mengajukan pinjaman. “Karena sistem pembayaran yang ditentukan oleh Bank adalah sistem tanggung renteng, maka kelompok tani harus berhati-hati dalam menentukan petani mana yang layak menerima pinjaman,” ujarnya.
Sebab, lanjut Suhardi, keteledoran dari salah seorang petani dalam pengembalian pinjaman akan berdampak pada seluruh petani yang harus menanggung biaya pengembalian secara bersama-sama,” tambahnya.
Informasi Tak Merata
Sementara itu, Mahmud, petani asal Tembelang, Jombang mengatakan, informasi tentang peluang kredit lunak bagi petani tidak banyak diketahui petani. Tidak meratanya informasinya tersebut membuat peluang kredit hanya bisa dinikmati oleh sebagian petani. “Sepertinya (kredit) pinjaman itu diperuntukkan bagi orang-orang tertentu saja,” ujarnya, Senin.
Sebelunya, Sugianto mengungkapkan hal senada. Keterbatasan informasi tentang peluang kredit usaha pertanian, membuat Sugianto memilih langsung berhubungan langsung dengan Bank. “Saya belum pernah dapat pinjaman apapun dari pemerintah atau juga dari kelompok tani. Katanya sih ada, tapi saya belum pernah merasakan. Ditawari juga tidak pernah,” aku dia. (Ms/Er)
Saturday, 17 April 2010
Kemuning Padi Tak Mencerahkan Asa Petani
PERTANIAN
“Panen tiba petani desa memetik harapan. Bocah bocah berlari lincah di pematang sawah.” Itulah sebait lagu yang dilantunkan Iwan Fals menggambarkan masa indah yang seharusnya dirasakan petani kala panen datang.
Panen datang senyum petani seharusnya mengembang. Namun, hal itu kini terasa sulit dilakukan petani. Pasalnya, realitas terkini, disaat panen datang harga gabah anjlok. Meskipun Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah naik 15% sejak 1 Januari lalu, namun jatuhnya harga gabah di bawah HPP tetap tidak terbendung.
Itulah kenyataan yang kini dihadapi Ahmad, petani asal Desa Tanjung Wadung Kecamatan Ploso, Jombang. Tanaman padi pada lahan seluas 0,5 hektar miliknya berhasil di panen, meski sempat tergenang banjir. Namun, keberhasilan panen itu tetap tak kuasa menghindarkannya dari kegelisahan. “Harga gabah terlalu rendah, tidak sesuai dengan modal yang keluar,” keluhnya.
Ahmad menuturkan, HPP yang ditentukan pemerintah sebesar Rp2.640,- untuk gabah kering panen (GKP). Namun, ketetapan itu hanya berbentuk aturan. Di pasaran, harga gabah kering panen (GKP) hanya berkisar antara Rp2.100 hingga Rp2.200 per kilogram.
Kondisi ini membuat Ahmad tidak mampu memunculkan senyum ceria. Apalagi, disaat yang hampir bersamaan dengan datangnya masa tanam gadu, harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi dinaikkan hingga 35% per 9 April tahun ini. Praktis, naiknya harga eceran pupuk bersubsidi membuat Ahmad tak mampu menikmati hasil panennya.
Cukup beralasan, sebab kata Ahmad, seiring dengan naiknya harga pupuk, biaya tanam berikutnya pada lahan pertaniannya akan meningkat. Dengan hasil panen sekarang, biaya tanam pada masa gadu belum tentu tercukupi dari hasil menjual gabah. “Mungkin saya akan cari hutangan supaya tetap bisa tanam,” ujar Ahmad.
Kegelisahan serupa dirasakan Mahmud, petani asal Jati wates Desa Tembelang, Kecamatan Tembelang, Sugianto serta Sudarmaji, petani asal Desa Pulorejo, Tembelang. Ditengah ketidakpastian harga gabah di pasaran, pemerintah justru menetapkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 32 Tahun 2010, tentang harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi.
Naiknya harga pupuk, kata Mahmud, jelas akan menyengsarakan petani sebab meskipun HPP gabah naik 15%, namun fakta dilapangan menunjukkan harga gabah masih dibawah harapan. Apalagi, dalam beberapa hari kedepan, petani akan memulai masa tanam. “Saat ini harga gabah hancur,” ujarnya.
Sugianto, petani lainnya mengatakan, kenaikan harga pupuk bersubsidi akan membuat petani kian tersudut. Pasalnya, harga gabah hasil panen yang diterima petani rata-rata masih dibawah HPP gabah yang ditetapkan pemerintah. “Kalau pupuk naik, jelas petani mengeluh, karena harga penjualan gabah sekarang tidak sesuai dengan (naiknya) harga pupuk.” (Ms/Er)
Panen datang senyum petani seharusnya mengembang. Namun, hal itu kini terasa sulit dilakukan petani. Pasalnya, realitas terkini, disaat panen datang harga gabah anjlok. Meskipun Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah naik 15% sejak 1 Januari lalu, namun jatuhnya harga gabah di bawah HPP tetap tidak terbendung.
Itulah kenyataan yang kini dihadapi Ahmad, petani asal Desa Tanjung Wadung Kecamatan Ploso, Jombang. Tanaman padi pada lahan seluas 0,5 hektar miliknya berhasil di panen, meski sempat tergenang banjir. Namun, keberhasilan panen itu tetap tak kuasa menghindarkannya dari kegelisahan. “Harga gabah terlalu rendah, tidak sesuai dengan modal yang keluar,” keluhnya.
Ahmad menuturkan, HPP yang ditentukan pemerintah sebesar Rp2.640,- untuk gabah kering panen (GKP). Namun, ketetapan itu hanya berbentuk aturan. Di pasaran, harga gabah kering panen (GKP) hanya berkisar antara Rp2.100 hingga Rp2.200 per kilogram.
Kondisi ini membuat Ahmad tidak mampu memunculkan senyum ceria. Apalagi, disaat yang hampir bersamaan dengan datangnya masa tanam gadu, harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi dinaikkan hingga 35% per 9 April tahun ini. Praktis, naiknya harga eceran pupuk bersubsidi membuat Ahmad tak mampu menikmati hasil panennya.
Cukup beralasan, sebab kata Ahmad, seiring dengan naiknya harga pupuk, biaya tanam berikutnya pada lahan pertaniannya akan meningkat. Dengan hasil panen sekarang, biaya tanam pada masa gadu belum tentu tercukupi dari hasil menjual gabah. “Mungkin saya akan cari hutangan supaya tetap bisa tanam,” ujar Ahmad.
Kegelisahan serupa dirasakan Mahmud, petani asal Jati wates Desa Tembelang, Kecamatan Tembelang, Sugianto serta Sudarmaji, petani asal Desa Pulorejo, Tembelang. Ditengah ketidakpastian harga gabah di pasaran, pemerintah justru menetapkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 32 Tahun 2010, tentang harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi.
Naiknya harga pupuk, kata Mahmud, jelas akan menyengsarakan petani sebab meskipun HPP gabah naik 15%, namun fakta dilapangan menunjukkan harga gabah masih dibawah harapan. Apalagi, dalam beberapa hari kedepan, petani akan memulai masa tanam. “Saat ini harga gabah hancur,” ujarnya.
Sugianto, petani lainnya mengatakan, kenaikan harga pupuk bersubsidi akan membuat petani kian tersudut. Pasalnya, harga gabah hasil panen yang diterima petani rata-rata masih dibawah HPP gabah yang ditetapkan pemerintah. “Kalau pupuk naik, jelas petani mengeluh, karena harga penjualan gabah sekarang tidak sesuai dengan (naiknya) harga pupuk.” (Ms/Er)
Harga Pupuk Naik, Distribusi Tidak Asal Drop
Jombang – Harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi secara resmi naik antara 30 – 35 persen mulai 9 April 2010. Menanggapi hal ini, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang mengaku tidak melakukan antisipasi khusus.
Menurut Suhardi, kepala Dinas Pertanian Jombang, sebelum menaikkan HET pupuk bersubsidi, pemerintah pusat sudah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2009, tentang naiknya HPP gabah sebesar 15%. Sehingga, kenaikan HET pupuk diyakini tidak banyak berpengaruh pada petani.
“Pemerintah (pusat) itu sudah mengantisipasi dengan menaikkan HPP sebelum harga pupuk dinaikkan,” ujar Suhardi, Kamis (15/4).
Suhardi mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pupuk, saat ini ketersediaan pupuk bagi petani di Kabupaten masih mencukupi. Ketersediaan pupuk ditambah dengan sisa pupuk pada masa tanam sebanyak 6.000 ton.
Nantinya, lanjut Suhardi, dalam mendistribusikan pupuk pihaknya akan melakukan pendistribusian sesuai dengan kebutuhan petani. Jika dalam satu Kecamatan tidak membutuhkan pupuk, distributor tidak akan mengirimkan pupuk ke Kecamatan tersebut. “Stok tidak akan kurang, karena kita mendistribusikan pupuk itu berdasarkan kebutuhan. Berbeda dengan yang dulu, kalau dulu asal di drop saja sesuai jatahnya.” (Ms/Er)
Menurut Suhardi, kepala Dinas Pertanian Jombang, sebelum menaikkan HET pupuk bersubsidi, pemerintah pusat sudah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2009, tentang naiknya HPP gabah sebesar 15%. Sehingga, kenaikan HET pupuk diyakini tidak banyak berpengaruh pada petani.
“Pemerintah (pusat) itu sudah mengantisipasi dengan menaikkan HPP sebelum harga pupuk dinaikkan,” ujar Suhardi, Kamis (15/4).
Suhardi mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pupuk, saat ini ketersediaan pupuk bagi petani di Kabupaten masih mencukupi. Ketersediaan pupuk ditambah dengan sisa pupuk pada masa tanam sebanyak 6.000 ton.
Nantinya, lanjut Suhardi, dalam mendistribusikan pupuk pihaknya akan melakukan pendistribusian sesuai dengan kebutuhan petani. Jika dalam satu Kecamatan tidak membutuhkan pupuk, distributor tidak akan mengirimkan pupuk ke Kecamatan tersebut. “Stok tidak akan kurang, karena kita mendistribusikan pupuk itu berdasarkan kebutuhan. Berbeda dengan yang dulu, kalau dulu asal di drop saja sesuai jatahnya.” (Ms/Er)
Thursday, 15 April 2010
Petani Tana Toraja Belajar Pembuatan Pupuk Organik
Jombang – ‘Belajarlah sampai ke negeri Cina’. Ungkapan itu diwujudkan oleh petani asal Tana Toraja Sulawesi Selatan dengan belajar pertanian organik ke Jombang.
Wirianus Beslar, petani asal Desa Bua’ Tarrung, Kabupaten Tana Toraja bersama sejumlah petani belajar membuat pupuk organik pada petani asal Desa Pulorejo, Tembelang, Jombang, Kamis (15/4).
Acara belajar organik yang digelar di rumah Ngatiman, ketua kelompok tani Dusun Sarirejo, Beslar mengaku banyak mendapat pelajaran baru. Salah satunya adalah tentang bongkot pisang yang rupanya bisa menjadi zat mujarab sebagai perangsang pertumbuhan padi. “Saya baru tahu kalo bongkot pisang itu ada fungsinya” ujarnya tulus.
Di akhir kunjungannya Beslar mengaku puas atas pengalaman yang telah didapatkannya di Jombang. Kini tekadnya semakin kuat untuk memperjuangkan bertanam secara organik di kampung halamannya. (Mtb)
Wirianus Beslar, petani asal Desa Bua’ Tarrung, Kabupaten Tana Toraja bersama sejumlah petani belajar membuat pupuk organik pada petani asal Desa Pulorejo, Tembelang, Jombang, Kamis (15/4).
Acara belajar organik yang digelar di rumah Ngatiman, ketua kelompok tani Dusun Sarirejo, Beslar mengaku banyak mendapat pelajaran baru. Salah satunya adalah tentang bongkot pisang yang rupanya bisa menjadi zat mujarab sebagai perangsang pertumbuhan padi. “Saya baru tahu kalo bongkot pisang itu ada fungsinya” ujarnya tulus.
Di akhir kunjungannya Beslar mengaku puas atas pengalaman yang telah didapatkannya di Jombang. Kini tekadnya semakin kuat untuk memperjuangkan bertanam secara organik di kampung halamannya. (Mtb)
Wednesday, 14 April 2010
KREDIT USAHA PERTANIAN
Tersedia Beragam Kredit, Tidak Banyak Petani yang Mampu Meraih

Jombang - Kendala modal sering dikeluhkan petani dalam menggarap lahan pertanian. Beragam kredit yang disediakan pemerintah ternyata tak kunjung menjadi solusi.
Program kredit lunak khusus untuk para petani sebenarnya sudah diluncurkan Pemkab Jombang melalui Bank milik daerah sejak tahun 2007. Selain itu, kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) juga diluncurkan pemerintah pusat melalui Bank Jatim, BRI dan BNI mulai tahun 2008.
Namun, menurut Mahmud, petani asal Tembelang, peluang kredit khusus bagi petani yang tersedia di Dinas Pertanian, Peternakan dan perkebunan, serta Industri, Perdagangan dan Koperasi masih sebatas kabar burung.
Selama ini, dia tidak pernah bisa menikmati fasilitas kredit lunak yang diluncurkan pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat sejak tahun 2007 lalu. “Sepertinya (kredit) pinjaman itu diperuntukkan bagi orang-orang tertentu saja,” ujarnya, Senin (12/4).
Pernyataan berbeda dikatakan Sudarmaji, ketua Kelompok Karya Tani, Desa Pulorejo, Tembelang. Terbukanya peluang kredit lunak bagi petani pernah ia rasakan bersama anggota kelompoknya. Namun, fasilitas tersebut kini tidak lagi bisa dirasakan karena mandeknya pengembalian kredit dari petani.
“Dulu itu dapat Rp 50 juta dan sudah dipinjamkan ke petani. Tapi susahnya itu, petani ada yang langsung mengembalikan waktu panen dan ada juga yang tidak mengembalikan sampai sekarang. Jadi uangnya masih nyantol dan belum berputar,” terangnya.
Sudarmaji mengungkapkan, untuk memperoleh kredit sebenarnya tidak sulit. Petani cukup menyerahkan proposal pengajuan, KTP, catatan luas lahan dan kebutuhan modal. Sedangkan untuk agunan, petani dapat menyerahkan STNK, BPKB ataupun sertifikat tanah. “Sebenarnya, pengajuan pinjamannya lumayan gampang, cuma menyetorkan proposal, KTP, luas lahan yang butuh modal,” ujarnya.
Namun, kemudahan mengakses kredit bagi petani tersebut tidak dirasakan Sugianto, petani asal Desa Pulorejo. Selama ini, dia lebih mengandalkan jasa perbankan umum untuk memenuhi kebutuhan modal usaha bertani. “Saya belum pernah dapat pinjaman apapun dari pemerintah atau juga dari kelompok tani. Katanya sih ada, tapi saya belum pernah merasakan. Ditawari juga nggak pernah,” aku dia. (Ms/Er)
Monday, 12 April 2010
PERTANIAN
Harga Pupuk Naik, Nasib Petani Kian Suram
Jombang – Naiknya harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 35% mulai 9 April 2010, membuat nasib petani kian terpuruk. Kenaikan harga pupuk diyakini bakal menurunkan hasil pendapatan petani karena harga hasil panen tidak kunjung membaik.
Sudarmaji, Ketua Kelompok Karya Tani, Desa Pulorejo, Kecamatan Tembelang, Jombang mengatakan, kenaikan HET pupuk bersubsidi akan menimbulkan dampak serius bagi petani. Apalagi, kenaikan HET pupuk tidak diikuti dengan kesigapan pemerintah mengamankan harga hasil panen.
Menurut Sudarmaji, naiknya harga pupuk bersubsidi sebenarnya bisa difahami petani. Namun, kebijakan menaikkan HET pupuk bersubsidi selayaknya diikuti dengan menyeimbangkan harga jual hasil panen.
“Soal pupuk yang naik, petani menyadari saja karena subsidi (pupuk) dicabut. Tapi, pemerintah juga harus menjamin harga gabah waktu panen juga harus bagus. Karena kalau seumpama gabah tidak naik harganya, petani yang kalangkabut dan rugi,” kata Sudarmaji, Senin (12/4).
Sugianto, anggota tani Karya Tani, Desa Pulorejo mengungkapkan, kenaikan harga pupuk bersubsidi membuat petani kian tersudut. Pasalnya, harga gabah hasil panen yang diterima petani rata-rata masih dibawah HPP gabah yang ditetapkan pemerintah. “Kalau pupuk naik, jelas petani mengeluh, karena harga penjualan gabah tidak sesuai dengan harga pupuk. Jadi, penghasilan juga menurun,” ujarnya.
Menurut Sugianto, sebelum menetapkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 32 Tahun 2010, tentang harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi, pemerintah sebenarnya sudah mengeluarkan kebijakan menaikkan HPP gabah sebesar 15% pada 1 Januari 2010. Namun, kenaikan HPP gabah tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Kalau kering giling itu harganya 2.700,- itu saja tidak ada yang mau beli. Sekarang malah lebih hancur. Kalau basah harganya Rp. 2.100,- Padahal, katanya pemerintah itu khan punya harga dasar sekitar 2.600,- itu.”
Ahmad, petani asal Desa Tanjung Wadung, Kecamatan Ploso mengatakan, secara matematis biaya produksi untuk lahan pertaniannya akan meningkat seiring dengan naiknya harga pupuk. Tidak stabilnya harga jual hasil panen, diyakini akan membuat dia dan petani lainnya semakin rugi. “Harga (pupuk) tidak naik saja kami sudah menderita, apalagi ada naik," katanya.
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jombang, Sadar Estuwati berharap, pemerintah bisa mengkaji ulang kebijakan menaikkan HET pupuk bersubsidi. Keterpurukan petani pada saat ini seharusnya bisa menjadi pertimbangan pemerintah sebelum menetapkan kenaikan harga pupuk bersubsidi. (Ms/Er)
Sunday, 11 April 2010
PESTISIDA DARI BAHAN BAWANG PUTIH DAN CABAI
Bahan pembuatan pestisida alami :1.Bawang putih 3 biji yang sudah dikupas kulitnya
2. Segenggam cabai merah
Alat yang digunakan :
1. Panci
2.1/4 sabun
Cara pembuatan :
Campur 3 biji bawang yang sudah dikupas dengan segenggam cabai dan rebus dalam sepanci air.Tambahkan 1/4 sabun aduk rata kemudian biarkan selama sehari. Saring cairan tersebut dan gunakan 2 cangkir larutan tersebut untuk satu kali penyemprotan.
* Bawang putih merupakan insektisida, fungisida dan penolak hama. Sabun akan membantu penyemprotan untuk melekat pada tanaman dan serangga. Gunakan larutan ini untuk aphid(kutu daun), ulat bulu dan ngengat.
* Bawang putih dan cabai secara alami akan menolak banyak serangga. Tanamlah disekitar pohon buah dan lahan sayur untuk membantu mengurangi masalah-masalah serangga.
* Bawang putih dapat digunakan secara terpisah sebagai bahan pestisida.
"SEMOGA BERMANFAAT"
Monday, 5 April 2010
PERTANIAN
Jombang – Gerakan Revolusi Hijau bertujuan sejak tahun 1960-an bertujuan untuk mengantarkan Indonesia pada swasembada beras. Dengan bertumpu pada penggunaan teknologi Panca Usaha Tani, penerapan kebijakan harga sarana dan hasil reproduksi, serta adanya dukungan kredit dan infrastruktur, Indonesia mampu menjadi Negara swasembada berasa pada tahun 1984 – 1989.
Menanggapi kenyataan ini, sejumlah petani secara perlahan mulai meninggalkan cara-cara pengelolaan pertanian ala Revolusi Hijau. Diantara petani bahkan menggunakan metode pertanian seperti yang dilakukan sebelum masa revolusi hijau.
Hudi, petani asal Dusun Sambigelar, Desa Pojok Kulon, Kecamatan Kesamben menuturkan, pada awal era pertanian Revolusi Hijau memang banyak memberikan keuntungan kepada petani. Hasil panen petani lebih meningkat serta masa tanam dan panen bisa lebih sering dilakukan.
Namun, kondisi itu mulai berubah pada tahun 90-an. Konsep pertanian yang diusung oleh Gerakan Revolusi secara perlahan memberikan dampak negatif bagi petani. Selain hilangnya kedaulatan pertanian, kualitas lahan juga terus menurun.
Hudi mengungkapkan, sekitar tahun 90-an, kondisi tanah pertanian sudah menunjukkan tanda-tanda penurunan kualitas. Hal itu ditandai dengan tanah sawah yang ambles dan berwarna hijau. Turunnya kualitas lahan pertanian berdampak pada peningkatan biaya produksi seiring dengan meningkatnya kebutuhan pupuk.
Untuk mengembalikan kesuburan tanah sawahnya, Hudi mulai menggunakan pupuk kompos untuk menyemai tanamannya. Usaha yang dilakukannya akhirnya membuahkan hasil. Biaya produksi bisa ditekan sedangkan hasil panen berangsur meningkat. “Ya (sekarang) turun biayanya dan dari tahun ke tahun itu ada peningkatan hasil panen,” tuturnya.
Menurut Hudi, saat ini kondisi petani masih lebih baik dibanding sebelumnya. “Kalau dibanding waktu revolusi hijau ya mending sekarang, sekarang itu penjualan malah bisa berhubungan langsung dengan tengkulak luar daerah jadi bisa negosiasi harga,” ujar Hudi.
Sarkawi, petani asal Kecamatan Bareng menuturkan, pada tahun 50-an, era sebelum revolusi hijau, kondisi tanah sangat subur. Meskipun tidak diberi asupan pupuk, namun tanaman bisa tumbuh dengan baik. “Hasil tanaman juga enak.” Jelas dia.
Sarkawi menambahkan, penurunan kualitas lahan pertanian mulai dia rasakan pada tahun 80-an. Hal itu ditandai dengan maraknya penggunaan pupuk buatan pabrik dan bibit yang dibeli dari toko. “Kalau dulu mau nanam ya nanam aja. Tidak usah pakai apa-apa ya (tetap) baik,” kata pria yang kini hanya bisa menjadi buruh tani karena sudah kehilangan lahan.
Baik Sarkawi dan Hudi, sepakat jika pengelolaan pertanian harus memperhatikan kondisi ekosistem agar kualitas lahan pertanian tidak terus mengalami penurunan.
Sunday, 4 April 2010
PERTANIAN ORGANIK
PERTANIAN ORGANIK
Definisi Organik
Pertanian Organik adalah suatu metode produksi pertanian dan peternakan yang lebih memilih untuk tidak menggunakan pestisida tertentu, pupuk kimia, GMO (Genetically Modified Organisms) / Rekayasa Genetik, Antibiotik, dan Hormon Pertumbuhan yang tidak diperbolehkan oleh Standar Organik (Organic Standards)
Prinsip utama produksi organik, dari Canada’s Organic Standards 2006, adalah termasuk dibawah ini:
- Protect the environment, minimize soil degradation and erosion, decrease pollution, optimize biological productivity and promote a sound state of health.(Menjaga lingkungan hidup, meminimalkan perusakan tanah dan erosi, mengurangi polusi, mengoptimalkan produktifitas biologis dan meningkatkan faktor kesehatan)
- Maintain long-term soil fertility by optimizing conditions for biological activity within the soil.(Memelihara kesuburan tanah untuk jangka panjang dengan mengoptimalkan kondisi aktifitas biologis pada tanah)
- Maintain biological diversity within the system (Memelihara keberagaman biologis di dalam systemnya)
- Recycle materials and resources to the greatest extent possible within the enterprise.(Dalam usahanya memanfaatkan sebanyak mungkin bahan-bahan recycle)
- Provide attentive care that promotes the health and meets the behavioural needs of livestock (Mengusung pemeliharaan yang meningkatkan kesehatan dan memenuhi kebutuhan mendasar dari ternak)
- Prepare organic products, emphasizing careful processing, and handling methods in order to maintain the organic integrity and vital qualities of the products at all stages of production.( Mempersiapkan produk-produk organik, menekankan proses yang hati-hati, dan menggunakan metode untuk mencapai pemeliharaan terhadap integritas organik dan kualitas vital produk pada setiap tahapannya)
- Rely on renewable resources in locally organized agricultural systems (Berpegang pada sumber daya yang dapat diperbaharui didalam system agrikultur yang diorganisasi secara lokal)
Banyak petani organik percaya bahwa pertanian organik yang sukses dimulai dari tanahnya, karena lahan dengan tanah yang sehat menghasilkan tanaman yang sehat, dan pada gilirannya menghasilkan ternak yang sehat begitu pula manusia yang mengkonsumsinya.
Pertanian organik mengusung penerapan rotasi penanaman dan tanaman pelindung dan penutup (cover crop), serta menjaga keseimbangan hubungan antara mangsa dengan predator. Residu organik serta nutrisi yang dihasilkan dari pertanian di sirkulasi kembali ke dalam tanah. Tanaman penutup (cover crop) dan kotoran kandang yang sudah dikomposkan digunakan untuk mempertahankan kandungan organik dan kesuburan tanah. Metode pengendalian hama dan penyakit tanaman secara preventative / pencegahan dijalankan disini, termasuk rotasi penanaman (crop rotation), gen tanaman yang diperbaiki dan ditingkatkan kemampuannya, serta varietas yang lebih tahan terhadap penyakit. Managemen hama dan tanaman liar serta sistem konservasi tanah adalah alat-alat yang sangat berharga pada pertanian organik.
Produksi makanan organik melarang penggunaan bahan cair yang pekat atau pupuk mineral majemuk sintetis, pestisida majemuk sintetis, zat pengatur tumbuh / hormon, radiasi ion, dan hal-hal yang berkaitan dengan rekayasa genetik.
Pemberian Sertifikat Organik melarang penggunaan bahan-bahan yang disebutkan diatas serta praktek-praktek yang berkaitan untuk waktu selama minimal 3 tahun.
Pertanian organik menimbulkan banyak tantangan. Beberapa hasil pertanian malah lebih menantang dibandingkan lainnya. Namun demikian, hampir seluruh komoditas pertanian dapat dilakukan dengan cara organik.
Subscribe to:
Posts (Atom)


